 |
| Keluarga Besar Dewi Masitoh - Ngrau Lor Tunggulsari, Ahad, 8 Januari 2017 |
 |
| Salman Khakim Alfaris - - Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| Salman Khakim Alfaris - - Ngrau Lor Tunggulsari |
|
 |
| Zidni & Zaky |
 |
| Zidni & Zaky |
 |
| Wisata Bersama PAUD TK - IKHLAS BERBUDI Ngrau Lor |
 |
| Wisata Bersama PAUD TK - IKHLAS BERBUDI Ngrau Lor |
 |
| PAUD TK - IKHLAS BERBUDI Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| PAUD TK - IKHLAS BERBUDI Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| PAUD TK - IKHLAS BERBUDI Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| Guru Pendidik PAUD TK - IKHLAS BERBUDI Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| PAUD TK - IKHLAS BERBUDI Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| Percetakan Sentra Media - Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| Percetakan Sentra Media - Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| Teks Syiir SABEN MALAM JUM'AT |
 |
| Teks Ya Habibal Qolby |
 |
| Marching Blung ALBADRUNNADA Tunggulsari |
 |
| Meubel Mukty Jaya Ngrau Lor Tunggulsari |
 |
| Bandara Ahmad yani Semarang |
 |
| Biografi Ky. Sudjari Ngrau Lor Tunggulsari Brangsong Ke-2 |
 |
| Biografi Ky. Sudjari Ngrau Lor Tunggulsari Brangsong Ke-1 |
 |
| Add caption |
 |
| Guru Pendidik PAUD IKHLAS BERBUDI |
 |
| Guru Pendidik PAUD IKHLAS BERBUDI |
 |
| Keluarga Besar Jam'iyah Berjanji Dewi Masitoh Tunggulsari |
Merupakan suatu kewajaran bagi diri seorang anak dan muridnya untuk mengenang dan mengingat kembali sejarah perjuangan dan nasehat nasehat serta pelajaran dari seorang ayah atau gurunya, sekedar untuk cerminan dan haluan dalam menapak di hari mendatang.
Berharap suatu manfaat dan barokah, dengan segala keterbatasan dan kekurangan kemampuan, sedikit kami persembahkan :
BIOGRAFI KY. SUDJARI BIN SITINKY. SUDJARI atau biasa di sebut Mbah Jari, Alasan disebut Mbah karena beliau termasuk orang yang dituakan dan di Tokohkan di kampungnya, Beliau adalah anak dari Bp. Sitin dari seorang Ibu Bernama Ibu Satini, Beliau anak kedua dari empat bersaudara ( 1. Waji 2. Sudjari 3. Kariyadi 4. Ngapini ) kelahirannya di Dukuh Teratai Kertomulyo, 8 Nopember 1943 M / 11 Dzulqo'dah 1363 H, Sejak kecil beliau sudah di tinggal wafat oleh kedua orang tuanya, sehingga tempat tinggalnya selalu berpindah-pindah dari Dukuh Teratai ke Sudimoro Kidul kemudian beliau diasuh dan Tinggal bersama paman dari Ibunya Bernama Bp. Amat bin Sarmo (Penjahit) suami dari Ibu Sarmonah, keduanya adalah seseorang yang telah berjasa dikehidupan beliau, karena keduanya telah Menikahkan Bp. Ky. Sudjari - Ibu Sukati binti Budari pada Sabtu, 24 April 1965, sejak di asuh oleh pamannya beliau menetap tinggal di Dk. Ngrau Lor Rt.02 Rw.02 Desa Tunggulsari Kec. Brangsong (Rumahnya sebelah barat MDA Bahrul Ulum +20 meter). Dari pernikahannya, beliau di karuniai Putra-Putri Sembilan (1. Saifuddin 2. M. Masqon, 3. Nursifwatul Asna, 4. M. Asror, 5. Zuafah, 6.Nasrullah, 7. Salman Khakim Alfaris. 8.Masro’ah 9. Ulyatuttadzkiroh ).
Kehidupan yang sederhana selalu di tanamkan Sejak usia kecil, beliau mulai di beri bekal pendidikan oleh pamannya dengan di sekolahkan di SR (Sekolah Rakyat) dan Pernah Mengajar di SR Sudipayung, dengan mengayuh Sepeda Onthel Jiwa Kesemangatan dalam menuntut ilmu telah tampak sejak dini,hal itu terbukti, walau tempat pendidikan tersebut dipindah di daerah Plantaran (sekarang Gedung Futsal Brimob) beliau tetap semangat. Setelah lulus SR, beliau berniat menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Musyafa’ Kampir_Sudipayung dengan di bimbing Gurunya Kyai Musyaffa’, selang beberapa lama kemudian pindah di daerah Rembang dengan dibimbing guru pengajarnya KH. Bisri Musthofa.
Setelah dianggap cukup, dengan berbekal Ilmu dan semangat yang tinggi, beliau memulai mengamalkan ilmu dan berjuang di masyarakat .Pengalaman mencari Ilmunya, beliau ajarkan kepada Anak-anak, pemuda dan orangtua, bermula di dukuh Welang, (Mengajar Al-Qur’an) Dukuh Kedung Pucung ( mengisi Kuliah Subuh, Jadi Khotib, Imam Masjid Annur dan Imam Masjid Ittihadul Ummah Ngrau setiap Jum’at yang ditentukan). didukuh Ngrau Lor ( Mengajar Al-qur’an, Kitab Safinah, Kitab Al-Ibris, Syiir-syiir Jawa Ngudisusilo, Melati Putih, Syiir Bahasa Arab dll.) Beliau juga Aktif di Jam’iyah Nahdlatul Ulama’, Jam’iyah Toreqoh “Assyadzaliyah”, Organasasi kelembagaan Desa, Organisasi kemasyarakatan yang bersifat sosial, pendiri jam’iyah tahlil “Fastabaqul Khoirot” dan juga seorang tokoh pendiri berdirinya Madrasah Diniyyah Wustho “Darunnajah” Penjalin. berketepatan dalam musyawarah pendirian Madrasah Wustho, juga Bertempat di kediaman Beliau pada Tanggal : Sabtu Wage, 17 Ramadhan 1420 H / 25 Desember 1999. Seiring dengan perjalanan waktu, dunia pendidikan Agama Islam semakin berkembang, pada Ahad, 30 September 1991, Bp. Ky. Sudjari mewakafkan sebidang tanah untuk didirikan dan dibangun gedung baru dan dimanfaatkan untuk Madrasah, Majlis Ta’lim (ISMIT), Musholla, Ijtima’an dan Gedung sebagai sarana kemaslahatan umat. dengan luas tanah + 434 M2 , Berkat dukungan dan kerjasama dari Asatidz, Pengurus dan Warga Masyarakat “ Alhamdulillah” terwujudlah bangunan Gedung Madrasah 6 lantai Kelas, 1 kantor, Aula Pengajian Majlis Ta’lim , MCK, Aula Musholla Berjama’ah setiap sholat lima waktu.
Keikhlasan, keistiqomahan dan keuletan beliau patut di jadikan tauladan, berkat keistiqomahan dan perjuangannya tersebut lahirlah generasi-generasi muslim yang akan menjadi generasi penerus perjuangan beliau dimasa yang akan datang. Keistiqomahan Perjuangannya dalam mendidik anak “Mulang Ngaji” hingga akhir hayat, diusia Beliau yang ke-72 tahun, lebih 8 Bulan 20 hari, “Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiuun” tepat pada Ahad, 3 Juli 2016 M / 28 Ramadhan 1437 H Jam:02.15 WIB. dinihari, beliau pulang kerahmatullah dan dimakamkan di Maqbaroh belakang Madrasah Bahrul Ulum Ngrau Lor.
Selamat jalan ayahku, kakekku, buyutku, guruku tercinta, selamat jalan pahlawan keluarga dan masyarakat. Selamat jalan pejuang islam, Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat, ridho, maghfiroh dan surga_Nya. Amiin... Yaa Robbal alamin. Al-Faatihah...